Pernahkah mengecek hasil backup database efaktur dan ternyata sizenya sudah mencapai 2-3 GB.
ini bis amenyebabkan aplikasi efaktur menjadi lambat. Upgrade hardware PC atau Laptop bisa saja dilakukan, tetapi apakah akan sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Nah....Jika sudah seperti ini maka teman teman perlu membuat database baru agar aplikasi efaktur tidak lambat lagi.
Berikut cara membuat database baru pada aplikasi efaktur :
1. Login aplikasi e-faktur dengan user yang memiliki hak akses admin.
2. Masuk atau pilih menu File -> Administrasi DB. Dan dalam form Administrasi Database yang terbuka, ketik nama database yang Anda inginkan, misal Etaxinvoice-new, klik tombol Buat Database. Tunggu sebentar dan akan tampil informasi “Database berhasil dibuat”.
3. Database yang baru akan tampil di daftar Administrasi Database. File database baru ini tetap akan ada didalam folder “db” e-Faktur dan membentuk folder baru dengan nama sesuai nama database baru yang kita ketik sebelumnya, dan berukuran sekitar 3MB.
4. Coba konekkan aplikasi e-Faktur dengan database baru yang kita buat dengan cara pada form Administrasi Database tadi, pada daftar database pilih nama database yang baru kita buat, dan klik tombol “Konek ke Database”. Akan muncul konfirmasi “Database terkoneksi”, klik OK dan aplikasi akan memunculkan form login. Loginlah dengan user admin biasanya.
Untuk mempermudah teman teman, saya sudah buatkan tutorial videonya cara membuat database baru pada aplikasi efaktur. Silahkan kalian lihat pada channel youtube saya di bawah ini :
Jika kalian memiliki file pribadi dan agar orang lain tidak bisa melihatnya, maka mengunci folder dengan password adalah solusinya. Apalagi jika PC atau laptop tersebut sering dipakai orang lain.
Silakan kalian ikuti langkah-langkah di bawah ini dengan teliti :
Note : Untuk mencegah kegagalan saat melakukan konfigurasi, kalian bisa trial dulu menggunakan data/file dummy (data/file yang kosong).
Cara mengunci folder dengan password di Windows 11 :
1. Masuk ke folder yang ingin dikunci filenya
Langkah pertama masuk ke folder yang file-file di dalamnya ingin Anda kunci.
2. Buat sebuah Text document kosong
Selanjutnya klik kanan pada area kosong > pilih New > pilih New text document.
3. Masukkan script pengunci folder dan password
Klik dua kali pada file New text document untuk membukanya.
Kemudian copy-paste script di bawah ini :
===============================================
cls
@ECHO OFF
title Folder FolderLocker
if EXIST "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" goto UNLOCK
Setelah memasukkan script ke dalam notepad dan mengganti PASSWORD dengan password yang Anda inginkan, simpan dokumen dengan ekstensi atau akhiran .bat
Caranya klik pada menu File > pilih Save as
Pilih All files (*.*) > beri nama FolderLocker.bat > klik Save
5. Eksekusi script yang sudah dibuat
Selanjutnya buka kembali folder yang tadi ingin dikunci, di sana akan ada sebuah file baru dengan nama FolderLocker.bat
Klik dua kali pada file FolderLocker.bat untuk menjalankan script.
Setelah itu Anda akan melihat ada sebuah folder baru yang dibuat secara otomatis dengan nama FolderLocker.
FolderLocker inilah yang nanti akan digunakan sebagai tempat menyimpan file-file yang ingin dikunci dengan password.
6. Masukkan file ke dalam FolderLocker
Selanjutnya masukkan file-file yang ingin Anda kunci ke dalam FolderLocker. Anda bisa memasukkan file apa saja dengan ukuran berapa pun, tidak ada batasan.
7. Kunci folder
Setelah semua file dimasukkan ke dalam folder Locker selanjutnya kita akan menguncinya.
Caranya klik dua kali pada file FolderLocker.bat
Jendela command prompt akan muncul > ketik Y > lalu tekan Enter.
Folder Locker akan hilang dari tampilan explorer. Folder ini sudah disembunyikan dan tidak akan bisa dibuka kecuali kita membukanya dengan password.
Untuk memunculkan kembali folder Locker caranya dengan klik dua kali pada file FolderLocker.bat.
Kemudian jendela command prompt akan muncul > ketik password Anda di sana > kemudian tekan enter.
FolderLocker akan muncul kembali dan Anda bisa mengakses semua file yang ada di dalamnya.
Untuk menguncinya lagi tinggal ulangi langkah yang ada pada nomor 7.
Sampai di sini kita sudah berhasil membuat script sederhana untuk mengunci folder di Windows 11 tanpa menggunakan aplikasi tambahan.
Kalian juga bisa lihat video tutorialnya di channel youtube saya di bawah ini :
✅ Jika teman teman ingin membeli laptop, spare part laptop/komputer, lisensi windows, speaker, webcam dan perlatan IT lainnya, silahkan kunjungi toko kami di bawah ini :
Error 10001 e-Faktur atau yang biasa dikenal dengan error ETAX-10001 merupakan error yang terjadi saat login aplikasi e-Faktur. Akibatnya, Anda tidak dapat mengakses ke database e-Faktur Anda. Selain itu, error e-Faktur ini juga dikenal dengan sebutan error database.
Penyebab Error ETAX-10001 e-Faktur
Bagi Anda yang sudah sering menggunakan e-Faktur, pasti paham kalau database e-Faktur merupakan salah satu komponen paling vital dalam aplikasi ini. Jika tidak ada database, pengguna tidak dapat mengoperasikan/mengakses aplikasi e-Faktur.
Alasannya karena semua data mengenai faktur, mulai dari faktur pajak keluaran, faktur pajak masukan, retur, hingga dokumen lainnya akan tersimpan di dalam database.
Penyebab terjadinya error bisa bermacam-macam, di antaranya:
Terjadinya corrupt pada filedatabase yang ada di dalam folder atau hilangnya file tersebut.
Hilang atau terjadi corrupt pada file dapat terjadi karena Anda melakukan penyalinan (copy) database ketika aplikasi sedang beroperasi.
Adanya perbedaan antara versi aplikasi e-Faktur dengan versi database yang berbeda.
Aplikasi yang Anda gunakan belum ter-update atau belum diperbarui.
Kendala juga bisa terjadi karena di dalam folder database tidak terdapat folder “ETaxInvoice”, atau terdapat folder selain “ETaxInvoice” yang bukan terbuat dari proses tambah database.
Kendala yang paling sering ditemui adalah PC server PKP sedang dalam keadaan mati atau database belum memulai sebagai server (dalam hal menggunakan konfirugasi network database).
Sedangkan error yang saya alami yaitu, " Etax-10001 : Error Database Tidak Dapat Mengakses Database " seperti gambar di bawah ini :
Penyebabnya yaitu karena size disk di server yang saya gunakan sudah full, agar tidak muncul error seperti ini lagi maka free disk server yang kita gunakan harus free minimal 20GB.
Untuk detail perbaikannya silahkan kalian lihat pada tutorial video yang sudah saya buat berikut ini :